Kamis, 16 Juli 2015

Membangun UNLAM Melalui Buku

Unlam News Edisi 3 Thn. 2015 - Singkatan Unlam yang secara tidak resmi dikonotasikan dengan Universitas Lakas Maju semakin populer sejalan dengan kemajuan yang dicapai Unlam di bawah kepemimpinan Rektor Prof Sutarto Hadi. Ide dan pikiran Dr Budi Suryadi yang tertuang dalam bukunya itu dibedah puluhan peserta dari mahasiswa dan akademisi. Bedah buku ini berlangsung atas kerjasama Pusat Studi Ketatanegaraan dan Otonomi Daerah (PUSAKA OTODA) Unlam dan BEM Unlam.



Narasumber dalam bedah buku adalah Dr Budi Suryadi (penulis buku), Rektor Unlam Prof Sutarto Hadi dan dosen hukum tata negara Fakultas Hukum Unlam Dr Rifqinizamy Karsayuda. Bedah buku tersebut dihadiri lebih kurang 100 peserta yang terdiri dari para dosen, mahasiswa dan beberapa media di Kalimantan Selatan.


Antusiame peserta yang hadir sangat tinggi, mungkin karena kegiatan ini jarang dilakukan di Unlam. Bedah buku berjalan santai dan penuh humor karena penulis menyampaikannya dengan bahasa yang lugas dan sederhana serta dengan cerita-cerita yang mengundang tawa.

Buku ini merupakan gagasan penulis yang merupakan dosen FISIP Unlam yang lahir dari pengalaman penulis sebagai Tim Renstra Unlam dan Tim Statuta Unlam. Penulis menemukan beberapa sisi lain pembangunan Unlam yang tidak terperhatikan oleh warga kampus, sehingga isi buku banyak berisi usulan-usulan penulis tentang Unlam.

Buku ini menyambut Struktur Organisasi dan Tata Kerja Unlam yang baru berdasarkan Peraturan Menteri No 20 Tahun 2014, karena hampir 20 tahun yang lalu Unlam menggunakan struktur lama dari tahun 1995 sampai 2014.

Ada beberapa usulan penulis yang tertuang dalam buku tersebut. Beberapa diantaranya adalah usulan penulis tentang singkatan ULM, mencari burung enggang yang menjadi simbol universitas, penyebutan istilah warek (wakil rektor), pembentukan etika akademik, perlunya penciptaan badan perencanaan dan pengembangan seperti Bappeda di pemerintah daerah dan sebagainya.

Respon peserta sangat positif dan menganggap buku ini mengandung gagasan-gagasan brillian tentang Unlam masa kini dan masa akan dating. Buku ini juga sangat inspriratif berisi berbagi upaya yang perlu dilakukan Unlam. Buku ini selain berisi harapan juga tantangan bagi pengelola Unlam dan
civitas akademikanya untuk bergerak memajukan Unlam menghadapi tantangan zaman.