Rabu, 15 Juli 2015

Libatkan Ulama dalam Kontrak Politik

B.Post, 24 Juni 2015 - Sudah bukan rahasia lagi, calon pemimpin daerah sewaktu kampanye terlalu banyak mengobral janji. Namun, bila sudah terpilih, mereka akan lupa dengan janji yang dikampanyekannya. Pengamat politik dari FISIP Unlam, Dr Budi Suryadi mengatakan sudah menjadi fenomena calon kepala daerah melakukan obral janji untuk menarik simpati masyarakat.

"Kami pernah mencoba meminta salah satu calon kepala daerah dalam suatu seminar agar melakukan kontrak kerja. Ini supaya saat terpilih nanti memenuhi janjinya sesuai sewaktu kampanye. Kenyataannya mereka tak mau dan cenderung semua calon pemimpiin melakukan hal itu," jelasnya.

Menurut dia, bila melibatkan ulama masalah kontrak politik, kemungkinan calon pemimpin tersebut mau memenuhinya, karena mereka lebih takut dengan dengan dalil dan hadist yang disampaikan bila ingkar janji," tandas Budi.

Dia menambahkan, bila sudah berjalan dan ada pemimpin yang tak memenuhi janji, wajar saja ulama menegur dan mengingatkan.